Wednesday, August 17, 2005

Suatu ketika di India, hidup seorang Ayah dengan putrinya yg amat cantik. Ia kebingungan karena adanya lamaran dr 3 orang pemuda, yg semuanya berkata akan bunuh diri kalau tidak bisa mempersunting putri itu. Sebelum bisa memutuskan lamaran mana yang diterima, putri tsb tiba2 meninggal dunia.

Ketiga pemuda menunjukkan perilaku yg berbeda dalam menyikapi kematian putri itu.

  • Pemuda 1: Duduk di atas tempat pembakaran mayat sang putri. Ia membuat gubuk dan menetap di sana terus menerus. Ia tidak mau meninggalkan tempat itu. Tak berhenti ia melantunkan doa untuk arwah sang putri.
  • Pemuda 2: Pergi ke Sungai Gangga untuk melaburkan tulang belulang dalam rangka menyempurnakan kematian sang putri. Sesuai tradisi Hindu, seseorang melaburkan tulang belulang orang yg meninggal sebagai tanda kecintaannya.
  • Pemuda 3: Pergi berkelana, sampai akhirnya menemukan sebuah kitab Suci yg bisa menghidupkan orang yg sudah mati.

Singkat cerita, dengan kitab suci yg ditemukan pemuda ke-3, sang putri hidup kembali. Dan tambah bingung karena ke tiga pemuda merasa paling berhak menikahi putri itu.

  • Pemuda 1 berkata: "Sayalah yg menunggunya siang malam seraya melantunkan doa untuknya"
  • Pemuda 2 : "Sayalah yg melaburkan tulang belulangnya di Gangga"
  • Pemuda 3 : "Sayalah yg menemukan kitab suci yg menghidupkannya kembali"

"Siapakah diantara ketiga pemuda itu yg berhak jadi suami sang putri?"

  • Pemuda 3 : Karena telah menghidupkan putri itu kembali maka ia berada dalam posisi sebagai... BAPAK.
  • Pemuda 2 : Karena telah melaburkan tulang di Gangga, telah melakukan pengabdian. Karena itu dia lebih pantas menjadi ...ANAK.
  • Pemuda 1 : Pemuda inilah yg lebih berhak menjadi SUAMI, karena ia terus menerus berada di tempat pembakaran mayat sang putri. Ia tetap mencintai putri itu "walaupun" sudah menjadi debu, "walaupun" ia tidak bisa lagi melihat senyuman sang putri, "walaupun" ia tidak bisa lagi mendengar suara gadis yg dicintainya. Ia tetap setia menunggu di tempat itu sampai kapan pun.

"L'amour n'est pas parce que mais malgre"

Sunday, August 14, 2005

LOVE
bukan hal yang harus dihindari
walau rasa sakit kian menghujan di dada
walau pedih tak hilang di telan masa

namun mampu menghadirkan keindahan
keharuman bunga2 yang semerbak di kala fajar
kelembutannya mampu damaikan jiwa
dan keindahannya yang tak terlukiskan
For u outside there :)
free hit counter javascript